INFO TERKINI :
Custom Search

HIV AIDS di Purworejo 2030 End

Pada Selass. 13 Des 2022 di RSUD Tjitrowardojo Dinkrs Purworejo mengadaan seminar Hiv Aids yang dihadir kecamatan se Purworejo, badan, dinas, blud Puskesmas se Purworejo. Banyak kasus HIV ini dr data 16 kecamatan tertinggi kecamatan Purworejo, padav berdasar umur 21-35, dikasus bisek;jenis laki-laki

Pindah Parpol, Tiga Anggota DPRD Purworejo Diganti

Tiga anggota DPRD Kabupaten Purworejo mengalami pergantian antar waktu, karena menjadi caleg parpol lain.  Mereka adalah HM Amri Rasjid ST dari PPP yang pindah ke PDI-P, digantikan Nur Khasanah SE; Bambang Irianto dari Partai Golkar yang pindah ke Partai Demokrat, digantikan Anna Marie; Tatak Wawan Karisma dari Partai Pelopor yang pindah ke PDI-P, digantikan Kiswuri Tri Subekti.
Ketiga anggota pengganti antar waktu itu, diambil sumpahnya oleh Ketua DPRD Yuli Hastuti, dalam rapat paripurna istimewa, akhir pekan lalu (20/7). Rapat paripurna dihadiri Bupati Drs H Mahsun Zain MAg dan Wakil Bupati Suhar beserta jajaran eksekutif, unsur forum pimpinan daerah, dan anggota dewan.
Dalam sambutannya, Yuli Hastuti menyampaikan terimakasih kepada anggota lama dan menyampaikan selamat datang kepada anggota baru. Ia mengungkapkan bahwa sesuai ketentuan pasal 387 UU nomor 27 tahun 2009 tentang MPR, DPRD, DPD DAN DPRD bahwa anggota DPRD yang berhenti antar waktu, digantikan oleh anggota DPRD yang memperoleh suara terbanyak urutan berikutnya, dalam daftar peringkat perolehan suara dari partai politik yang sama pada daerah pemilihan yang sama.
“Kami ucapkan selamat dan mudah-mudahan dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan legislatif ini, dan jadikanlah lembaga perwakilan ini sebagai tempat untuk melaksanakan pengabdian bagi masyarakat, bangsa dan Negara,” harapnya.
 Ditambahkan bahwa guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas, perlu segera dipahami mengenai tugas dan wewenang DPRD sebagaimana dimaksud dalam peraturan yang berlaku. “Disamping itu perlu disadari, dalam melaksanakan tugas dan kewenangan yang dimilikinya, perlu senantiasa diingatkan untuk selalu menjaga harkat, martabat serta etika dan perilaku yang kesemuanya tercakup dalam kode etik dan peraturan tata tertib DPRD,” tandasnya.
Hal senada diungkapkan Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg. Ia berharap para anggota baru bisa  cepat menyesuaikan diri dan mampu bekerjasama dengan anggota Dewan lainnya, guna melaksanakan tugas-tugas sebagai wakil rakyat dengan sebaik-baiknya. “Kehadiran Saudara tentu bukan sekedar memenuhi formalitas, tapi dituntut mampu memberikan makna dalam upaya peningkatan peran lembaga legislatif ini,” tegasnya.
    Bupati berharap, segala potensi yang dimiliki hendaknya dapat dicurahkan dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai wakil rakyat, karena berbagai permasalahan akan dihadapi dan memerlukan pemecahan sebaik-baiknya. “Dengan pengalaman yang dimiliki, saya yakin Saudari tidak akan kesulitan dalam menunaikan tugas dan tanggungjawab sebagai wakil rakyat.” katanya.
Illustrasi-solopos
Dua orang tewas di lokasi dan waktu yang berbeda, namun sama-sama tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu, di wilayah Kutoarjo. Kedua korban mengalami luka yang cukup parah karena terseret kereta api yang melintas.

Korban tewas pertama adalah Asep Saripudin (42), warga RT 1 RW 1 Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Buruh bangunan ini tertabrak rangkaian KA Taksaka jurusan Jakarta - Yogyakarta, Kamis (18/7). Korban tertabrak saat menyeberangi perlintasan tanpa palang pintu di Kampung Bedeng Kelurahan/Kecamatan Kutoarjo.

Tardi (42), saksi mata yang sekaligus  juga teman korban mengisahkan,  kecelakaan bermula ketika ia bersama korban hendak pulang ke Keburuhan. Saksi mengendarai sepeda motor, sedangkan korban berjalan kaki.
"Korban akan saya antar pulang pakai motor. Namun saat akan menyeberang rel ganda, dari arah timur atau Yogyakarta ada kereta barang, sehingga kami berhenti menunggu rangkaian lewat," katanya.
Begitu kereta barang melintas, saksi memacu sepeda motor menyeberangi rel, sedangkan korban menyusul di belakangnya. Namun dari arah Kutoarjo, melaju rangkaian KA Taksaka di jalur lain. Korban berusaha menghindar dengan melompat, namun  tetap tersambar kereta.

Sebelum menyeberang, Tardi mengaku tidak terlalu jelas melihat kedatangan kereta karena tertutup rangkaian KA barang. Korban tidak sadarkan diri dan saksi bersama sejumlah warga melarikannya ke RS Palang Biru Kutoarjo, namun korban meninggal sebelum mendapat perawatan medis.

Korban lainnya adalah Horison (53) warga Desa Bayem, Kecamatan Kutoarjo. Korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion ini ditabrak kereta api Fajar Jogja di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Majir, Kecamatan Kutoarjo, Purworejo, Jumat (19/7).

Kepala Desa Majir Budi Sunaryo mengungkapkan, korban awalnya membeli paku menggunakan sepeda motor temannya di toko bangunan seberang jalan. "Saat mau menyeberang sebenarnya sudah ada yang mengingatkan kalau dari arah timur ada kereta lewat. Kemungkinan korban tidak mendengar atau tidak melihat ada kereta mau lewat," katanya.

Korban yang mengendarai sepeda motor tetap melaju melewati perlintasan itu hingga akhirnya tertabrak kereta Fajar Jogja dan terseret sejauh kurang lebih 50 meter. Korban langsung tewas karena mengalami luka yang cukup parah di beberapa bagian tubuhnya.

Purworejo Siap Sambut Pemudik


 
           
Kabupaten Purworejo siap menyambut para pemudik, baik yang sekedar lewat atau yang pulang ke Purworejo. Antara lain dengan perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan, yang panjangnya mencapai 700 km. Disamping itu, juga disiapkan posko-posko mudik, yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
             Penegasan tersebut disampaikan Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg,  dalam tarawih silaturahim (tarhim), di Masjid Tiban Desa Jenarkidul Kecamatan Purwodadi, Kamis (18/7). Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Ketua DPRD RM Abdullah, Asisten II Sekda Drs Murwanto, para kepala SKPD dan sejumlah kepala BUMn/BUMD. Dalam kesempatan itu, juga diserahkan bantuan sosial kemasyarakatan kepada desa-desa di wilayah Kecamatan Purwodadi, dan santunan kepada anak yatim piatu.
            Lebih lanjut Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tidak mungkin membangun jalan sepanjang 700 km itu. Sehingga pihaknya terus berupaya meminta jatah pembangunan jalan kepada pemerintah pusat.
Ia mencontohkan Jalan Deandels, sebenarnya pernah akan mendapat alokasi peningkatan jalan  senilai Rp 200 milyar, namun dialihkan untuk tanggap darurat bencana Sumatera Barat, sehingga sampai sekarang yang berhasil ditingkatkan baru seperempatnya saja. “Karena jalan itu menjadi jalan alternatif, saya minta masyarakat tidak mengganggu para pengguna jalan. Karena kalau itu terjadi, daerah selatan akan sulit berkembang, sehingga kita sendiri yang rugi,” ungkapnya.
Dikatakan bahwa saat ini ada beberapa ruas jalan  yang masih dalam proses perbaikan. Nantinya, kegiatan perbaikan jalan tersebut harus diselesaikan pada H-7 sebelum Lebaran. “Kalau pada H-7 belum selesai, harus dihentikan dulu, material yang ada dipinggirkan, agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” tandasnya.
Di sisi lain, ia meminta agar para orangtua bisa mengendalikan anak-anaknya agar tertib berlalu lintas. Karena seiring meningkatnya kondisi jalan, ternyata jumlah kecelakaan lalu lintas semakin banyak. “Kalau bapak/ibu tidak bisa mengendalikan putra-putranya agar tidak ngebut, saya tidak akan meneruskan pembangunan jalan,” katanya.

Pemilih Yang Belum Masuk DPS Agar Melaporkan Diri

Bagi warga masyarakat yang sudah memiliki hak pilih namun belum tercantum dalam daftar pemilih sementara (DPS), diminta agar segera melaporkan kepada petugas pemutakhiran daftar pemilih (mutarlih). Hal itu bertujuan agar dapat segera dimasukkan, sebelum DPS ditetapkan menjadi DPT.
Harapan tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo Drs H Muslikhin Madiani Msi, pada pengumuman DPS Kabupaten Purworejo, di aula KPU setempat beberapa waktu lalu. “Saya sangat berharap masyarakat bisa ikut pro aktif dalam mencermati DPS, sehingga pada hari pemungutan suara nanti, dapat diminimalisir pemilih yang hanya menggunakan KTP maupun kartu keluarga (KK),” tandasnya.
Dalam DPS tersebut, jumlah pemilih sementara Pileg berkurang 1.731 orang, jika dibandingkan dengan jumlah pemilih tetap pada Pilgub Jateng Mei 2013 lalu. Jumlah DPS hasil mutarlih sebanyak 632.565 orang terdiri dari 313.019 laki-laki dan 320.547 perempuan.
Sedangkan jumlah pemilih tetap pada Pilgub mencapai 634.296 orang. Penurunan jumlah pemilih diakibatkan karena meninggal dunia, pindah alamat, orang gila, dan kategorisasi lainnya yang mengakibatkan seseorang tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai pemilih.
Muslikin menjelaskan, soft copy dan rekapitulasi jumlah pemilih sementara itu sudah diserahkan kepada Bagian Pemerintahan Setda Purworejo, Kesbangpolinmas, Panwaslu Kabupaten Purworejo, dan seluruh Panwascam se Kabupaten Purworejo. "Masing-masing partai politik peserta pemilu juga kami berikan soft copy beserta rekapitulasinya tiap-tiap kecamatan," ujar Muslikin.
Dijelaskan Muslikin, dalam proses mutarlih, terdapat dua data yakni daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dan daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub. “Untuk Jawa Tengah disepakati menggunakan DPT Pilgub sebagai bahan DPS yang dimutarlihkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pada Pileg 2014 akan disediakan 1.556 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 494 desa/kelurahan.

Purworejo Raih Penghargaan Bhakti Koperasi 2013


Bupati Purworejo menjadi satu dari tujuh kepala daerah di Jawa Tengah, yang memperoleh penghargaan Bhakti Koperasi Tahun 2013. Penghargaan terkait peran pemerintah daerah dalam mendorong perkembangan koperasi  itu, diserahkan oleh Menteri Koperasi dan UKM pada puncak Peringatan Hari Koperasi Ke 66 Tahun 2013 di Nusa Tenggara Barat.

    Informasi tersebut disampaikan Sekda Purworejo Drs Tri Handoyo MM, pada upacara peringatan Hari Koperasi tingkat Kabupaten Purworejo, di halaman Setda, Jum’at (12/7). Hadir mengikuti upacara anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, pimpinan SKPD, serta anggota gerakan koperasi yang ada di Kabupaten Purworejo.

    “Semua itu dapat terwujud berkat kerja keras dan dedikasi Saudara-saudara sebagai pengurus/pengelola koperasi dalam mewujudkan koperasi di Kabupaten Purworejo dengan pengelolaan dan pelayanan yang semakin baik,” katanya.

    Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan terbitnya Undang-Undang Perkoperasian yang baru, diharapkan mampu mewujudkan koperasi yang kuat dan tangguh serta terpercaya sebagai pelaku bisnis yang mendasarkan kegiatannya pada nilai dan prinsip koperasi. Pemerintah memiliki peran dalam menetapkan kebijakan dan menempuh langkah-langkah yang mendorong koperasi agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. “Namun pemerintah juga wajib menghormati jati diri, keswadayaan, otonomi dan independensi koperasi tanpa melakukan campur tangan terhadap urusan internal koperasi, sehingga koperasi diharapkan mampu bersaing dan sejajar dengan pelaku usaha yang lain,” tandasnya.

    Dilaporkan oleh ketua panitia Muji Hartono SPd  bahwa dalam menyemarakkan peringatan Hari Koperasi ke 66 tahun 2013 Kabupaten Purworejo, panitia menyelenggarakan serangkaian kegiatan. Antara lain, pelatihan bagi pengurus koperasi, Gelar Kemitraan UMKM, penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar Desa Kemiri, Lomba hadroh, gelar kesenian, dan jalan sehat.

    Pada kesempatan tersebut, Sekda menyerahkan tropi dan hadiah bagi para pemenang. Stan terbaik berturut-turut diraih UMKM Kecamatan Bayan, Kecamatan Gebang, Kecamatan Kemiri, UMKM Satriya Jaya Kecamatan Butuh, UMKM Galvia Kecamatan Gebang, serta UMKM Putra Maknur Desa Nglaris. Disamping itu, Sekda juga menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba tertib administrasi baik tingkat desa maupun SKPD.

Mau Dapat Hadiah Malah Tertipu


Penipuan dengan modus operandi undian berhadiah, kembali memakan korban di Purworejo. Elis Ernawati (27) warga RT 02 RW 03 Kelurahan Lugosobo Kecamatan Gebang, kehilangan uang Rp 4,39 juta. Ibu rumah tangga itu menjadi korban penipuan dengan modus iming-iming hadiah dari salah satu perusahaan seluler di Indonesia.
Kapolres Purworejo melalui Kasubag Humas AKP Suyadi SE mengungkapkan, awalnya pelaku yang mengaku bernama Wisnu dari perusahaan operator seluler di Jakarta menelpon korban, mengatakan bahwa korban mendapat hadiah Rp 8 juta. “Lalu pelaku meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang untuk syarat pencairan hadiah. Korban menurut dan datang ke ATM di Jalan Tentara Pelajar Purworejo lalu melakukan transfer pada nomor rekening pelaku,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (11/7).
Korban mentransfer sebanyak dua kali, masing-masing Rp 3,9 juta dan Rp 399 ribu. "Lalu pelaku kembali menelpon korban, memintanya mengecek rekening karena uang hadiah sudah ditransfer. Setelah dicek, tidak ada uang masuk dan merasa ditipu, korban melapor pada polisi," tuturnya.
Menurutnya, penipuan dengan modus tersebut kerap terjadi di Purworejo. "Nyatanya masih saja ada yang percaya dan tertipu jutaan rupiah. Sebaiknya jika mendapat telepon mengumumkan hadiah, jangan langsung transfer uang. Cek dulu kebenarannya lewat berbagai media atau hubungi langsung wakil perusahaan di Purworejo," pesannya.

Dolalak Purworejo Tampil Memukau Di Gubernuran

Tim Kesenian Kabupaten Purworejo menunjukkan kebolehannya di depan Gubernur Jawa Tengah dan tamu undangan lainnya, belum lama ini. Mereka mengikuti Parade Kesenian yang diikuti oleh 35 kabupaten/kota dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke - 63.
Dalam kesempatan ini Kabupaten Purworejo menampilkan Dolalak yang dikemas menjadi sebuah karya bernama Manunggal, diilhami dari kerukunan masyarakat Jawa Tengah dalam mensikapi perkembangan masa kini. Parade dilaksanakan di sepanjang Jalan Pahlawan Semarang dengan menampilkan sajian tiga menit di depan tamu undangan dan sajian sambil berjalan kaki sepanjang 2,5  kilometer.
Kasi Sarana Prasarana dan Pemasaran Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Agung Pranoto SSos mengungkapkan bahwa Tari Manunggal merupakan karya Riyanto Purnomo, seniman muda dari Kecamatan Bagelen. Pementasan didukung oleh 50 pelakum terdiri dari 35 penari dari siswi-siswi SMK N 3 Purworejo serta 15  penari dan pengrawit dari berbagai kelompok seni yang tergabung dalam Sanggar Paseban. Mereka berlatih selama hampir dua bulan untuk mempersiapkan ini. “Dengan dukungan penuh dari Kepala Sekolah SMKN 3 Purworejo serta Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maka terwujudlah pementasan yang apik,” ungkapnya.
Ketika Tim Kabupaten Purworejo pentas, mendadak suasana ramai dengan decak kagum penonton, ketika para penari yang berada di dalam selubung kain sekonyong-konyong muncul memenuhi arena. Belum lagi ketika koreografi yang cantik membuat penonton kembali bertepuk tangan ketika para penari membentuk tiga bulatan dan berlarian saling berbeda arah.
Dan ending dengan seluruh penari yang meneriakkan yel-yel “Visit Jawa Tengah 2013 !!” menjadi pemungkas pementasan yang kembali menghasilkan tepuk tangan penonton. “Ada yang menarik dan membanggakan dari pementasan Purworejo, yaitu Bapak Gubernur Bibit Waluyo selalu mengembangkan senyum dan memberikan apresiasi dengan tepuk tangan di beberapa kesempatan,” ungkap Agung.

Muatan Melebihi Aturan, Jalan Jebol

Kondisi jalan Bruno yang mengalami kerusakan parah, mendapat perhatian Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg. Pihaknya mengaku tetap berusaha meminta Binamarga Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan perbaikan, meskipun bertahap.
“Namun sepanjang jalan Burat yang putus belum bisa dilalui, jalan di Bruno ini akan tetap jebol. Apalagi pemakai jalan sering tidak taat aturan, yang harusnya maksimal 5 ton, diisi 20 ton, ya jalannya jebol,” katanya pada kegiatan tarawih silaturahim (tarhim), di Desa Tegalsari Kecamatan Bruno, Rabu (10/7).
Kegiatan tersebut juga dihadiri  Wakil Bupati Suhar, Sekda Drs Tri Handoyo MM, unsur Forum Pimpinan Daerah, dan pejabat dari sejumlah instansi. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan sosial kemasyarakatan, serta santunan untuk anak yatim.
    Bupati Purworejo mengungkapkan bahwa tarhim merupakan kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan. Tujuannya, untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat, yang telah ikut menyukseskan Pilgub Jateng 2013. Menurutnya, partisipasi politik masyarakat sangat bagus. “Meskipun partipasinya 65 persen, tapi yang 35 persen bukan golput. Mereka adalah para perantau yang tidak pulang kampung, karena waktunya mendekati Lebaran. Sehingga mereka memilih pulang kampung sekalian pada saat Lebaran,” ungkapnya.
    Terkait dengan e-KTP, Bupati minta agar masyarakat yang belum melaksanakan e-KTP, untuk segera melakukan perekaman di kecamatan. Karena e-KTP merupakan kebutuhan sebagai warga negara, yang sangat penting untuk berbagai keperluan. “Dulu ada orang yang punya seratus KTP, yang kemudian disalahgunakan. Ada yang terkait teroris, ada yang hobi wayuh (beristri banyak-red). Sekarang dengan e-KTP tidak bisa, karena kalau ada data ganda, komputer akan menolak memprosesnya,” jelas Bupati.
    Pada bagian lain, Bupati meminta masyarakat untuk taat membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Sejak jaman dahulu, pajak sudah ada, karena merupakan salah satu sumber untuk membiayai pembangunan. Apalagi sekarang PBB sudah tidak ditangani KPP Pratama, melainkan oleh DPPKAD. “PBB itu jumlahnya tidak banyak kok, tergantung niatnya mau membayar atau tidak,” tegasnya.

Populer

Berita Purworejo

Seputar Politik

Seputar Ekonomi

Seputar Budaya & Seni

Aneka

Seputar Potensi

 
INFO : www.beritapurworejo.com

Copyright © 2013. Berita Purworejo - All Rights Reserved
Modify by Slamet.Info

Powered by Blogger