INFO TERKINI :
Home » » Kambing Peranakan Ettawa (PE)

Kambing Peranakan Ettawa (PE)




Melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian RI No. 2591/Kpts/PD.400/7/2010 tanggal 19 Juli 2010 telah ditetapkan Kambing Kaligesing sebagai galur lokal Jawa Tengah. Penyerahan Surat Keputusan dilakukan pada sela-sela acara Penyerahan Penghargaan Lomba dan Kontes Ternak di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu. Surat Keputusan ini dapat diakses di Klikdisini.





Deskripsi kambing Kaligesing :
1.
Nama Galur
:
Kambing Kaligesing
2.
Karakteristik Kambing Kaligesing



a.
Postur Tubuh
:
besar, tegap dan kokoh

b.
Warna Bulu
:
Kombinasi putih- hitam atau putih-coklat

c.
Kepala
:
tegak, profil melengkung/muka cembung

d.
Tanduk
:
kecil melengkung mengarah ke belakang

e.
Telinga
:
lebar, panjang, menggantung dan ujungnya melipat

f.
Ekor
:
pendek dan mengarah ke atas/ke belakang

g.
Kaki Belakang
:
berbulu lebat dan panjang (gambol)
3.
Sifat Kuantitatif



a.
Kesuburan induk
:
74 – 75 %

b.
Angka Kelahiran
:
40 – 85 %

c.
Persentase Karkas
:
40 – 53 %

d.
Kadar Lemak Daging
:
2 – 7 %

e.
Kemampuan Hidup Hingga Dewasa
:
80 – 82 %

f.
Produksi Susu
:
0,5 – 3,0 liter/hari
4.
Sifat Kualitatif



a.
Kemampuan melahirkan anak lebih dari Satu
:
baik

b.
Daya adaptasi terhadap lingkungan
:
baik

c.
Daya adaptasi terhadap cekaman panas
:
baik

d.
Kemampuan mencerna pakan berserat tinggi
:
baik
5.
Sifat Reproduksi



a.
Umur Berahi Pertama
:
294 – 304 hari

b.
Lama Bunting
:
149 – 154 hari

c.
Umur Beranak Pertama
:
348 – 443 hari

d.
Jarak beranak (Kidding interval)
:
221 – 253 hari

e.
Jumlah anak sekelahiran (litter size)
:
1,2 – 1,50

f.
Angka kebuntingan
:
81 – 91 %



Dalam bidang peternakan Purworejo dikenal sebagai penghasil kambing Peranakan Ettawa (PE). Kambing PE yang sering disebut ras Kaligesing ini, sudah banyak diakui keunggulannya bahkan menarik minat berbagai daerah lain untuk mengembangkannya. Sehingga merupakan komoditas unggulan daerah bahkan merupakan salah satu plasma nutfah ternak Indonesia yang wajib dilestarikan dan dikembangkan.
Kambing PE Ras Kaligesing merupakan hasil persilangan antara pejantan Fries Indie yang didatangkan dari Distrik Ettawa India dengan kambing lokal di Kabupaten Purworejo. Persilangan yang dilakukan pada tahun 1923 bertujuan untuk perbaikan mutu genetika. Pada tahun 1949 didatangkan 5 ekor pejantan yang dibantukan ke Desa Hulosobo, Donorejo dan Tlogoguwo.
Pejantan-pejantan ini kemudian menjadi cikal bakal kambing PE Ras Kaligesing. Pada tahun 1956, hasil silangan kambing lokal dan pejantan Fries Indie menunjukkan kemurnian sifatnya yang diperoleh setelah keturunan kelima (F5). Maka pada tahun tersebut disepakati untuk dilakukan ‘pembersihan’ kambing jantan yang kualitasnya kurang baik, yaitu dengan penjualan, pemotongan dan kastrasi. Pejantan yang digunakan adalah pejantan yang ditunjuk pemerintah sebagai pemacek, sehingga kemudian dikenal dengan Kambing Ettawa Ras Kaligesing.
            Kebijakan penyebaran dan pengembangan ternak di Kabupaten Purworejo disesuaikan dengan kondisi agroekosistem yang ada. Wilayah Purworejo bagian selatan dan tengah antara lain Kecamatan Ngombol, Purwodadi, Grabag, Bayan dan Purworejo, dikembangkan ternak sapi potong baik sebagai penghasil bibit maupun usaha penggemukan. Sedangkan di wilayah utara dan timur yang merupakan daerah perbukitan, dikembangkan sebagai sabuk kambing PE yang meliputi Kecamatan Kaligesing, Bener, Loano, Bruno, Kemiri dan Pituruh mempunyai daya dukung lahan dan pakan serta sumber daya peternak yang memadai.
            Pengembangan peternakan kambing PE di Kabupaten Purworejo sudah menjadi program pemerintah sejak tahun 1970 melalui berbagai program pemerintah. Tujuannya untuk melestarikan dan mengembangkan kambing PE antara lain dengan penyaluran gaduhan ternak, pengembangan Village Breeding Centre (VBC), pengembangan kelompok penangkar ternak, lomba kelompok tani ternak dan kontes ternak kambing PE.
Kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan antara lain dalam rangka pelestarian dan pengembangan kambing PE di Kabupaten Purworejo antara lain:
1.            Pengembangan ternak kambing PE melalui APBD II, berupa:
-          Pembuatan demplot agribisnis kambing PE di wilayah penyangga yaitu di Kecamatan Gebang dan Loano,
-          Pengembangan ternak kambing PE di Kecamatan Purworejo, Pituruh, Loano, Bener dan Kemiri.

2.             Pengembangan Agribisnis Peternakan Kambing melalui APBD I, berupa:
-          Bantuan ternak pada kelompok ternak penerima yaitu di Kecmatan Bayan, Pituruh dan Kaligesing sebanyak 100 ekor betina dan 10 ekor jantan
-          Peningkatan produksi ternak kambing di empat kecamatan lokasi penyebaran yakni Kecamatan Bener, Loano, Kemiri dan Bruno untuk 4 kelompok sasaran.

3.            Pengembangan Agribisnis Peternakan Kambing melalui APBN, berupa:
-          Bantuan penguatan modal usaha kelompok sejumlah 106 ekor di Dusun Munggangsari Desa Tlogoguwo Kecamatan Kaligesing
-          Village Breeding Centre (VBC) di Desa Redin Kecamatan Gebang sebanyak 150 ekor dalam 1 unit kandang kawasan.

Populasi kambing PE di Kabupaten Purworejo dalam lima tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Yakni 45.800 ekor pada tahun 2002, 50.550 ekor pada tahun 2003, 58.400 ekor pada tahun 2004, 59.600 ekor pada tahun 2005 dan 60.808 ekor pada tahun 2006.
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
INFO : www.beritapurworejo.com

Copyright © 2013. Berita Purworejo - All Rights Reserved
Modify by Slamet.Info

Powered by Blogger