Penegasan tersebut disampaikan Bupati
Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, dalam
tarawih silaturahim (tarhim), di Masjid Tiban Desa Jenarkidul Kecamatan
Purwodadi, Kamis (18/7). Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Ketua
DPRD RM Abdullah, Asisten II Sekda Drs Murwanto, para kepala SKPD dan sejumlah
kepala BUMn/BUMD. Dalam kesempatan itu, juga diserahkan bantuan sosial
kemasyarakatan kepada desa-desa di wilayah Kecamatan Purwodadi, dan santunan
kepada anak yatim piatu.
Lebih
lanjut Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tidak mungkin membangun
jalan sepanjang 700 km itu. Sehingga pihaknya terus berupaya meminta jatah
pembangunan jalan kepada pemerintah pusat.
Ia mencontohkan Jalan Deandels,
sebenarnya pernah akan mendapat alokasi peningkatan jalan senilai Rp 200 milyar, namun dialihkan untuk
tanggap darurat bencana Sumatera Barat, sehingga sampai sekarang yang berhasil
ditingkatkan baru seperempatnya saja. “Karena jalan itu menjadi jalan
alternatif, saya minta masyarakat tidak mengganggu para pengguna jalan. Karena
kalau itu terjadi, daerah selatan akan sulit berkembang, sehingga kita sendiri
yang rugi,” ungkapnya.
Dikatakan bahwa saat ini ada
beberapa ruas jalan yang masih dalam
proses perbaikan. Nantinya, kegiatan perbaikan jalan tersebut harus
diselesaikan pada H-7 sebelum Lebaran. “Kalau pada H-7 belum selesai, harus
dihentikan dulu, material yang ada dipinggirkan, agar tidak mengganggu arus
lalu lintas,” tandasnya.
Di sisi lain, ia meminta agar
para orangtua bisa mengendalikan anak-anaknya agar tertib berlalu lintas.
Karena seiring meningkatnya kondisi jalan, ternyata jumlah kecelakaan lalu
lintas semakin banyak. “Kalau bapak/ibu tidak bisa mengendalikan putra-putranya
agar tidak ngebut, saya tidak akan meneruskan pembangunan jalan,” katanya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar