Selama ini sebenarnya banyak investor yang mau menanamkan modalnya di Kabupaten Purworejo. Namun mereka mengalami traumatik karena faktor keamanan, termasuk mengalami pemalakan.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, dalam sarasehan jajaran pemerintah daerah dengan MUI, di pendopo kabupaten, Selasa (2/7). Acara yang dihadiri forum pimpinan daerah itu, diikuti sejumlah ulama, unsur KUA dan kepala dinas/instansi.
Bupati mengungkapkan, dari sekian program yang dilaksanakan di Kabupaten Purworejo, ada satu yang belum jalan, yakni investasi. Meski pemerintah daerah sudah melakukan berbagai terobosan, namun investor masih enggan menanamkan modalnya di Purworejo.
Menurut Bupati, kendala dalam investasi di Purworejo terutama menyangkut faktor keamanan. “Kalau masalah birokrasi yang berbelit-belit, bisa ditangani. Tetapi soal jaminan keamanan, akan sangat sulit kalau tidak ada kesadaran masyarakat,” katanya.
Bupati mengungkapkan, ada beberapa calon investor yang membatalkan investasinya di Kabupaten Purworejo. Ada yang ditelepon orang mengaku suruhan bupati, dan meminta uang Rp 100 juta. Ada yang baru survey sudah dipalak warga sekitar. Ada juga calon investor yang mendapat informasi, bahwa hasil investasi di Purworejo gagal karena hasilnya dicuri orang. “Jadi kalau investasi di Purworejo nggak jalan, ya jangan semata-mata menyalahkan bupati,”tandasnya.
Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya mewujudkan jaminan keamanan bagi investor. “Kalau nantinya tetap tidak bisa, maka kita akan MoU dengan Kapolres,” katanya.
Terkait dengan hal tersebut, keberadaan pemimpin informal seperti ulama, sangat penting untuk membantu pemerintah dalam menyosialisasikan program dan kebijakan yang dilaksanakan. “Pemimpin formal dan informal harus sinergis, kalau tercerai berai, kasihan masyarakatnya,” tandas Bupati.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar