INFO TERKINI :
Home » , » Diduga Terkait BLSM, Balai Desa Bandungkidul Dirusak

Diduga Terkait BLSM, Balai Desa Bandungkidul Dirusak

Kantor Desa Bandung Kidul, Kecamatan Bayan, Purworejo, dirusak oleh orang tak dikenal, Selasa (2/7) dini hari. Perusakan fasilitas desa itu, diduga terkait dengan kisruh penyaluran BLSM di desa tersebut.
Kapolres Purworejo melalui Kapolsek Bayan AKP Sumardi kepada wartawan membenarkan terjadinya peristiwa itu. "Berdasarkan bukti-bukti awal, memang ada dugaan perusakan itu ada kaitanya dengan BLSM. Tapi kami masih menyelidiki," ujarnya.
Pihak kepolisian masih terus memeriksa para saksi untuk memastikan apakah motif perusakan itu terkait dengan penyaluran BLSM atau hanya sekedar provokasi yang bertujuan untuk mengganggu suasana kamtibmas di desa tersebut.
Menurut Sumardi, pihak desa mengalami kerugian sebesar Rp 500 ribu. Untuk kepentingan penyelidikan, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa pecahan kaca dan tulisan di kertas yang ditempel di Balai Desa.
Sementara Kepala Desa Bandungkidul Sumitro mengungkapkan, sejumlah warga sekitar kantor desa tidak bisa melihat jalannya perusakan karena gelap setelah pelaku memadamkan lampu di lokasi kejadian. "Warga sekitar bangun sekitar pukul 02.15 setelah mendengar suaca kaca pecah, namun pelakunya tidak kelihatan karena gelap. Namun setelah kejadian, kondisi desa tetap aman dan kondusif," ungkapnya.
Setelah pelaku yang diduga berjumlah lebih dari seorang itu pergi, warga menghubungi kepala desa. Perangkat dan warga mengecek lokasi sekitar pukul 03.00 dan mendapati kaca jendela pecah. Pelaku juga menempelkan kertas bertuliskan 'Akibat BLSM tidak tepat sasaran'.
Sumitro melaporkan kejadian itu kepada petugas Polsek Bayan. Polisi datang melakukan olah tempat kejadian, mengamankan barang bukti serta bertanya pada sejumah saksi. Kendati demikian, belum bisa disimpulkan pelaku tindakan anarkis itu. Pemerintah desa menyayangkan terjadinya perusakan dan menilai aksi itu merupakan tindakan tidak  bertanggungjawab.
Menurutnya, pihak desa sama sekali tidak mengetahui terkait pendataan, apalagi menentukan  siapa penerima BLSM. "Kami tidak tahu, hanya terima data matang saja, lalu KPS dibagikan kepada warga. Diakui,  sekitar 25 persen dari 77 penerima BLSM dinilai kurang tepat sasaran," ungkapnya.
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
INFO : www.beritapurworejo.com

Copyright © 2013. Berita Purworejo - All Rights Reserved
Modify by Slamet.Info

Powered by Blogger