Realisasi investasi di Kabupaten Purworejo sampai saat ini masih sangat rendah. Padahal deregulasi investasi telah dicanangkan untuk mendorong pertumbuhan investasi di Kabupaten Purworejo. Artinya, prosedur perijinan investasi telah dipermudah agar para investor mau menanamkan usahanya di Kabupaten Puworejo
Keluhan tersebut disampaikan Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg pada acara acara Implementasi Branding Forum Bisnis Investasi di Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta, belum lama ini. Hadir dalam kegiatan ini diantaranya Lie Wai Ming Pengusaha dari Hongkong, para pengusaha lokal, dan paguyuban Purworejo seperti Pakuwojo, Pakutho dan CPP.
Mahsun mengungkapkan, nilai investasi penanaman modal tahun 2011 sebesar 45,9 milyar, sebenarnya meningkat menjadi 140,4 milyar pada tahun 2012. Namun tenaga kerja yang terserap dari seluruh investasi tersebut masih sangat rendah, kurang lebih hanya 647 orang.
Menurutnya, upaya-upaya pembenahaan infrastruktur investasi juga telah dilakukan dengan serius untuk memperlancar kegiatan ekonomi. “Alasan keamanan yang selama ini menjadi kendala bukan disebabkan oleh situasi politik dan keamanan wilayah. Namun disebabkan oleh karena adanya kesenjangan komunikasi masyarakat belaka,” ungkapnya.
Menurut Bupati, dalam sektor-sektor agribisnis ini sebenarnya terdapat sejumlah keunggulan. Antara lain dari sisi sektor tenaga kerja, kegiatan pertanian merupakan penyerap tenaga kerja yang terbesar dan merupakan sumber pendapatan mayoritas penduduk Purworejo. Dari sisi sektor pangan, pertanian merupakan penghasil bahan makanan pokok. Dari sisi penanggulangan kemiskinan, sektor-sektor agribisnis merupakan kegiatan yang paling banyak mengikut-sertakan kelompok masyarakat yang tidak mampu dan berada dalam kawasan perdesaan. Dan dari sisi investasi, sektor-sektor agribisnis merupakan kegiatan yang paling banyak menarik dan menghimpun investasi, terutama investasi modal kecil dan menengah.
Pemerintah Kabupaten Purworejo juga sudah melakukan penjajagan kepeminatan investasi diantaranya pariwisata Geger Menjangan, cottage Seplawan, agribisnis terpadu bukit Punthuk, agribisnis biofuel minyak jarak (Jatropha Crude Oil), pembangunan pusat perbelanjaan/mall, pembangkit listrik tenaga angin, agribisnis jagung dan industri garmen.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar