United Celebral Palsy
(UCP) Yogyakarta bekerjasama
dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Purworejo memberikan bantuan kepada warga
masyarakat penyandang cacat tuna daksa melalui Rumah
Sakit Umum Daerah (RSUD) Saras Husada. Bantuan kursi roda yang diserahkan
Kepala Disnakertransos Sumharjono Ssos MM
dan Direktur RSUD Saras Husada, dilakukan di halaman RSUD Saras Husada
(14/6), juga disaksikan 200-an
anggota paguyuban diabetesi RSUD Saras Husada Purworejo.
Direktur RSUD Saras
Husada Purworejo drg Gustanul Arifin MKes mengatakan, bantuan kursi roda sejumlah 9 unit diberikan kepada tujuh orang
penyandang cacat tuna daksa, dan yang dua unit untuk peningkatan pelayanan di RSUD Saras
Husada Purworejo. Bantuan kursi roda ini merupakan bukti nyata dari kepedulian
masyarakat/swasta dalam penanganan masalah-masalah sosial khususnya bagi
penyandang cacat Difabilitas. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan
swasta diharapkan di masa-masa mendatang untuk penanganan masalah sosial akan
lebih baik lagi dan lebih luas lagi cakupannya.
”Kursi roda yang
disalurkan ini telah didesain secara khusus secara individual bagi tiap-tiap
penderita Cerebral Palsy, yang akan memberikan keamanan dan kenyamanan, serta
membantu mobilitas, aktivitas bagi para penderita Cerebral Palsy, sehingga
dapat melaksanakan fungsi sosial, serta bisa meningkatkan aktivitas dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri dan bagi orang lain,” katanya.
Sementara itu Kepala Disnakertransos Sumharjono SSos
MM mengungkapkan, pemerintah
tidak mampu membantu semua penderita cacat, sehingga berharap adanya perhatian dari organisasi maupun lembaga lain. ” Termasuk
paguyuban diabetesi ini, jika akan melakukan kegiatan kepedulian sosial, kami
sangat berterimakasih. Karena memang masih banyak saudara-saudara kita di
Purwprejo yang perlu dibantu. Saya percaya sekecil apapun bantuan yang
diberikan pasti akan bermanfaat bagi orang lain juga bagi kita,” paparnya.
Di sisi lain,
pihaknya menyatakan siap membantu,
jika ada anak usia sekolah yang putus sekolah karena ekonomi. ” Tolong hubungi
saya kalau ada yang tidak bisa sekolah, agar nanti bisa diurus,” pesannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar