INFO TERKINI :
Home » , » Subsidi BBM Banyak Dinikmati Kelas Menengah Atas

Subsidi BBM Banyak Dinikmati Kelas Menengah Atas

Subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang berlangsung selama ini tidak sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi. Dalam dalam Pasal 7 Ayat (2) disebutkan bahwa subsidi disediakan untuk kelompok masyarakat tidak mampu. Namun kenyataannya, subsidi BBM banyak dinikmati oleh kelas menengah ke atas.

“Pengurangan subsidi BBM yang disertai kompensasi kepada masyarakat golongan ekonomi terlemah dimaksudkan untuk membenahi subsidi yang salah sasaran itu,” ungkap Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain Mag pada sosialisasi kenaikan BBM, di ruang Arahiwang, Rabu (19/6). Sosialisasi dihadiri perwakilan BPH Migas Agung Karnadi Abdillah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Purworejo Dra Suhartini MM, Kasat Intelkam Polres Purworejo AKP Cipto Rahayu, dan Kepala Kantor Pos Purworejo. Selain itu, hadir pengusaha SPBU di Purworejo, ketua Organda, dan perwakilan dari 16 kecamatan.

Bupati mengungkapkan, kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), merupakan kebijakan yang tidak populis dan selalu memicu munculnya aksi-aksi demonstrasi. Karena kenaikan BBM memang selalu menimbulkan terjadinya multiflier effect berupa kenaikan harga barang dan jasa, yang akan semakin membebani masyarakat. “Meski demikian, keputusan Pemerintah untuk menaikkan harga BBM, tentu telah melalui pertimbangan yang matang dan dikaji secara mendalam,” tandasnya
Menurut Bupati, ada beberapa alasan menaikkan harga BBM, antara lain harga BBM bersubsidi terlalu murah dibanding non subdisi dan dibanding harga di kawasan ASEAN. Misalnya dibandingkan dengan Singapura (RON 92) Rp 15.695, Thailand (RON 91) Rp 12.453, atau Filipina (RON 92) Rp 12.147. “Hal ini merangsang penyelundupan, baik kepada sektor industri/pertambangan, maupun penyelundupan ke luar negeri,” katanya.

Kepala Disperindagkop Purworejo Dra Suhartini mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi kenaikan harga sembako. Salah satunya menyiapkan operasi pasar. Hal ini dinilai tepat mengingat kenaikan harga BBM, akan dilakukan berdekatan bulan Ramadan dan Lebaran.

"Setiap tiga hari, kami rutin melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar di Purworejo. Untuk menyikapi naiknya harga barang kebutuhan pokok jelang Lebaran, kami menyiapkan operasi pasar," paparnya.

Kasat Intelkam Polres Purworejo AKP Cipto Rahayu mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan pengamanan stasioner sebanyak dua personel di SPBU. “Kami juga meningkatkan aktivitas patroli, pengawasan stok SPBU per tiga jam. Jika terjadi kekosongan, anggota mengecek, apakah benar atau tidak. Ini dilakukan untuk mencegah penyelewengan," katanya.

Sementara itu Sales Executive Fuel Retail Marketing Pertamina Wilayah VI dan VII, Fanda Chrismianto berharap masyarakat tidak panik dan tidak membeli BBM secara berlebihan. Selain itu, pengusaha SPBU juga diharapkan melakukan langkah antisipasi dengan perencanaan stok BBM yang baik.
"Menjelang kenaikan harga, tidak ada penambahan stok khusus. Penyaluran dilakukan sesuai kebutuhan. Karena itu masyarakat tidak usah panik dan melakukan pembelian berlebihan karena stok aman dan armada lancar," jelasnya.
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
INFO : www.beritapurworejo.com

Copyright © 2013. Berita Purworejo - All Rights Reserved
Modify by Slamet.Info

Powered by Blogger