Masyarakat yang tergolong mampu, ternyata sulit diminta mengembalikan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). Terbukti hingga saat ini, baru ada satu rumah tangga sasaran (RTS) yang bersedia mengembalilkan BLSM, yakni Purnawan warga Ngombol Purworejo.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertranssos) Kabupaten Purworejo H Sumharjono Ssos MM mengungkapkan hal tersebut dalam jumpa pers di ruang Bagelen, Sabtu (29/6). Jumpa pers menghadirkan yang juga menghadirkan Kepala Kantor Pos Purworejo itu, dipandu Kabag Humas Setda Drs Joko Saptono.
Disamping itu, data penerima kartu perlindungan sosial (KPS) juga banyak yang tidak sesuai dengan fakta dilapangan. “Yang kami sesalkan, banyak penerima beras miskin (raskin) tidak menerima BLSM, tapi yang tidak menerima raskin justru mendapat KPS dan bisa mencairkan BLSM,” ungkapnya.
Sementara Kepala Kantor Pos Purworejo Slamet Ariadi mengungkapkan bahwa sampai saat ini BLSM baru terserap 7 %. Penyebabnya, datangnya KPS bertahap, serta jumlah petugas terbatas. Selain itu ada desa yang belum siap menerima. “Kami sudah menjadwalkan, tapi karena desa belum siap, ya kami tunda untuk menjaga kondusivitas daeah,” katanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar