Menurut Muh Badri, berbagai upaya pengobatan telah dilakukan namun belum membuahkan hasil. Harta benda termasuk kambing piaraannya sudah habis terjual, dan kini masih menanggung utang sekitar Rp 4 juta. “Anak saya belum juga sembuh, padahal saya sudah tidak punya apa-apa lagi,” ungkapnya.
Dikisahkan bahwa gejala awal munculnya kanker mata itu, saat digendong ibunya di jalan terkena debu. Ketika dikucek, justru semakin terasa sakit dan membengkak.
Setelah diperiksakan ke dokter, anak kedua dari dua bersaudara itu divonis terkena kanker mata. “Saya sudah berupaya baik ke dokter maupun pengobatan alternatif,” kata Muh Badri.
Muh Badri yang hanya bekerja sebagai buruh pemecah batu ini, merasa kesulitan untuk membiayai pengobatan anaknya. Padahal kondisi matanya yang sakit semakin membengkak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar